29 March 2015

Sunday, March 29, 2015

Ini ada pengalamana saya pribadi...jaman masih smp dulu. Kejadiannya setelah nambahin oli mesin sampe abis itu jirigen oli...dan ketika saya pake mobil-nya jalan..kok berat bingits + ada suara klothok2 kayak blebegh2 di dinding mesin. 


Isi oli mesin motor atau mobil sesuai takaran

Sekarang saya baru tahu kalo  ternyata isi oli mesin motor atau mobil itu ada takarannya...nggak asal di-isi penuh....kalo kepenuhan oli akibatnya mblebegh tuh mesin...wkwkkwwk. Ya dulu karena masih newbie alias pemula...beranggapan bahwa makin banyak oli-nya makin mantab dan sip mesinnya...ternyata itu semua SALAH KAPRAH !!

Berikut informasi yang saya ambil dari BLOG yang menerangkan tentang akibat kebanyakan isi  oli mesin terlalu banyak:

1. Kinerja Mesin Menjadi Berat
Karena oli di dalam mesin terlalu banyak merendam beberapa part, menyebabkan pergerakan part – part di dalam mesin menjadi berat karena rendaman oli tersebut.

2. Konsumsi Bahan Bakar Cenderung Boros
Karena kinerja beberapa part dalam mesin menjadi lebih berat menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih rakus.

3. Beberapa part kemungkinan aus
Karena kapasitas oli lebih banyak menyebabkan tekanan oli lebih besar dan bisa saja ring oli pada piston tidak kuat menahan oli.

4. Kemungkinan Seal Cepat bocor
Ini terjadi jika kemungkinan selang pernapasan oli tersumbat dan oli di dalam mesin terlalu banyak menyebabkan tekanan didalam mesin lebih besar sehingga seal – seal bisa jebol.

5. Tenaga Mesin Berkurang
Karena kerja part menjadi lebih berat menyebabkan tenaga mesin menjadi berkurang

Ada lagi info tentang hal yang sama dari WEBSITE ini:

Mengapa tidak dibenarkan mengisi oli melebihi batas Maksimal?Seluruh produsen mesin motor maupun mobil melarang kita untuk mengisi oli melebihi batas maksimal, karena akan berdampak buruk pada mesin. Seperti apakah kira-kira dampak buruknya?
  • Apabila kapasitas oli berlebihan, maka putaran poros engkol / crankshaft akan menyentuh genangan oli yang ada di bak karter, sehingga membuat oli menjadi berbusa yang berisi udara/gas. Hal ini dapat menimbulkan oli menjadi lebih cepat panas / overheat, beroksidasi dan kehilangan tekanan oli (loss of oil pressure).Oli yang berbusa sukar untuk dipompa oleh pompa oli sehingga komponen mesin yang seharusnya mendapatkan pelumasan menjadi kering, dan akan rusak / macet.
  • Selain itu, oli yang berbusa akan membuat tekanan gas yang berlebihan di dalam ruang mesin, sehingga melalui jalur sirkulasi (PCV) akan terdorong (blow by gas) ke filter udara. Biasanya filter udara menjadi basah oli.
  • Motor dengan karburator, akan banyak ditemukan lapisan tipis oli, lebih parah akan menyumbat jalur-jalur dan needle valve (float valve) yang ada di karburator tersebut.
  • Tekanan udara dari oli yang berbusa tersebut, juga merembes keluar melalui seal-seal yang ada di mesin.
  • Pada mesin motor, pengisian oli yang berlebihan juga mengganggu plat kopling (clutch). Karena plat kopling menjadi terendam oli, sehingga terlalu banyak oli yang membasahi plat kopling tersebut dan menjadi Slip. Normalnya, oli akan terlempar dengan sendirinya oleh putaran plat kopling (clutch) tersebut. Jika plat kopling slip, maka akan mengurangi umur pakainya, kehilangan tenaga dan pemborosan bensin.
Nah, jadi jelas sekarang, mengapa produsen mesin motor maupun mobil membatasi jumlah oli yang boleh dimasukkan ke dalam mesin. Kelebihan dan kekurangan adalah tidak baik buat mesin.

Demikian info sekilas...semoga bermanfaat.

*sumber 1 & sumber 2

0 komentar:

Post a Comment